“Kata-kataku sudah semakin gila. Mungkin ini pertanda, rinduku sudah sedemikian dalamnya.”
— Tia Setiawati Priatna
Thursday, August 23, 2012
milik dia 10
Aku dan kamu, serupa kertas putih dengan penanya.
Maka tulislah cerita indah, yang layak untuk kita kenang, nantinya.
- Tia Setiawati Priatna
Maka tulislah cerita indah, yang layak untuk kita kenang, nantinya.
- Tia Setiawati Priatna
milik dia 9
“Kalau ada seseorang yang datang saat kamu sedang sangat membutuhkan seseorang, jangan pernah melepaskan dia saat kamu sudah baik-baik saja. Karena sungguh, Tuhan memiliki rencana terhebat, yang mungkin tak terjangkau oleh akal sehat.”
— Tia Setiawati Priatna
— Tia Setiawati Priatna
milik dia 8
“Walaupun kita sama-sama berjalan pada ketidaksengajaan, namun ketika aku tak sengaja jatuh cinta padamu, aku memutuskan akan terus begitu. Jadi, jatuh cinta mungkin saja sebuah ketidaksengajaan. Namun untuk terus jatuh cinta, itu adalah sebuah keputusan.”
— Tia Setiawati Priatna
— Tia Setiawati Priatna
milik dia 7
“Kemarin ada aku, sekarang ada kamu. Insya Allah, di masa depan nanti, Tuhan menjanjikan akan ada kita; yang sepaket dengan cinta.”
— Tia Setiawati Priatna
— Tia Setiawati Priatna
milik dia 6
Tanganku menuliskan puisi demi puisi,
namun hatiku ini;
: ia sedang mengingatmu lebih sering lagi.
- Tia Setiawati Priatna
namun hatiku ini;
: ia sedang mengingatmu lebih sering lagi.
- Tia Setiawati Priatna
milik dia 5
“Meski mereka bilang, ‘cinta tak harus memiliki’, bagiku tetap berlaku, ‘cintaku harus kau ketahui’.”
— Tia Setiawati Priatna
— Tia Setiawati Priatna
milik dia 4
Malam ini aku hanya ingin diam,
mengingatmu sampai lampu di rumahku padam.
Dan kedua mata ini, perlahan akan terpejam.
Aku hanya ingin diam.
- Tia Setiawati Priatna
mengingatmu sampai lampu di rumahku padam.
Dan kedua mata ini, perlahan akan terpejam.
Aku hanya ingin diam.
- Tia Setiawati Priatna
milik dia 3
“Memelihara cinta, memelihara kita. Aku ingin kau tak pergi kemana-mana. Bertahanlah, sampai kau benar-benar tak kuasa.”
— Tia Setiawati Priatna
— Tia Setiawati Priatna
milik dia 2
“Aku bertanya tentangmu pada Tuhan, apakah kita sudah pernah dipertemukan? Barangkali saat itu, belum waktunya untuk kita saling memperhatikan.”
— Tia Setiawati Priatna
— Tia Setiawati Priatna
milik dia 1
Sebersih cinta yang tak tercela, aku ingin mencintaimu selamanya. Sampai nyawaku sudah tak ada.”
—
(Kepada Jodohku)
- Tia Setiawati Priatna
—
(Kepada Jodohku)
- Tia Setiawati Priatna
tempat mengadu
asyik teringat
pada kamu
yang selalu
buat aku
jadi tempat mengadu.
hubungilah aku.
aku rindu.
pada kamu
yang selalu
buat aku
jadi tempat mengadu.
hubungilah aku.
aku rindu.
Thursday, August 16, 2012
Monday, August 6, 2012
seperti mahu
seperti mahu berbicara pada seseorang
tapi siapa
seperti mahu mengadu pada seseorang
tapi siapa
seperti mahu luah pada seseorang
tapi siapa
tapi siapa
seperti mahu mengadu pada seseorang
tapi siapa
seperti mahu luah pada seseorang
tapi siapa
rasa dalam
nak luah satu rasa
yang dalam dalam
tak pernah orang tahu
aku rasa
rasa ini dalam
makin dalam
akan menjadi lebih dalam
tenung gambar dia
makin rasa dalam
capai telefon
cari cari nama dia
jumpa
tenung nama dia lama
lepas nafas dalam
tak akan terluah
rasa dalam ini
selamanya
yang dalam dalam
tak pernah orang tahu
aku rasa
rasa ini dalam
makin dalam
akan menjadi lebih dalam
tenung gambar dia
makin rasa dalam
capai telefon
cari cari nama dia
jumpa
tenung nama dia lama
lepas nafas dalam
tak akan terluah
rasa dalam ini
selamanya
Subscribe to:
Comments (Atom)
